Catat! Siapa Saja Daftar Yang Boleh Dan Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin?

Catat! Siapa Saja Daftar Yang Boleh Dan Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin?

Catat! Siapa Saja Daftar Yang Boleh Dan Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin?

Vaksin sudah jadi perbincangan hangat di jagat raya, mengapa demikian? Karena dengan kondisi yang terjadi saat ini, vaksin dibutuhkan untuk mencegah berbagai penyakit menular seperti Covid-19. Di Indonesia sendiri telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac yang dikembangkan oleh produsen asal China. Metode medis ini dilakukan untuk melindungi seseorang dari ancaman penyakit, yang cara penggunaannya dengan menyuntikkan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh.

Namun, pemberian vaksin yang diharapkan dapat melatih sistem kekebalan tubuh ini tidak sembarangan orang bisa mendapatkannya. Vaksin Covid-19 diberikan dengan kriteria pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun, menandatangani surat persetujuan (informed consent), menyetujui mengikuti aturan dan jadwal imunisasi. Pada beberapa kasus, jika memaksakan ingin vaksinasi, maka akan memberikan reaksi berbeda, sehingga vaksin tersebut menjadi tidak efektif.

Berikut daftar orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin :

1. Orang yang sedang sakit

 Misalkan orang tersebut sedang sakit demam, maka dia tidak boleh mendapatkan vaksin. Orang yang akan menjalani vaksinasi harus dalam kondisi sehat. Apabila peserta vaksinasi telah sembuh dari sakitnya, boleh dia melakukan vaksin.

2. Wanita hamil

Vaksin tidak direkomendasikan untuk wanita hamil, karena dilansir dari Healh, CDC juga telah memperingatkan bahwa orang hamil dengan Covid-19 mungkin pada peningkatan risiko untuk hasil yang merugikan lainnya, seperti kelahiran prematur. Sehingga, hingga kini cara terbaik untuk melindungi wanita hamil agar tidak tertular virus corona Covid-19 adalah dengan mengikuti saran CDC. Yakni mempraktikkan jarak sosial, menghindari pertemuan di dalam ruangan dan memakai masker yang berlaku untuk semua orang, bukan hanya wanita hamil itu sendiri.

3. Penyakit penyerta yang tidak terkontrol

Orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol juga tidak boleh mendapatkan vaksin. Iris menyarankan agar kondisi tersebut dikontrol terlebih dahulu sebelum menerima vaksin.

4. Tidak sesuai usia

Berdasarkan ketentuan pemerintah, peserta yang memperoleh vaksin Covid-19 adalah mereka yang berada pada rentang kelompok usia 18-59 tahun. Artinya, di luar usia tersebut, yakni kelompok anak dan lansia, tidak boleh mendapatkan vaksin.

5. Mempunyai riwayat autoimun

Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmurni) tidak merekomendasikan vaksinasi dilakukan pada orang dengan autoimun seperti SLE atau vaskulitis.
Diketahui penyakit autoimun merupakan kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang dapat menyerang tubuh sendiri.

6. Penyintas Covid

Memang masih dalam pembahasan, karena pasalnya Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat punya standar mengenai ini. Mereka menyatakan “jika penyintas Covid-19 itu memang akan punya antibodi. Tapi, sebagian besar antibodi ini akan bertahan kira-kira 90 hari. Sehingga, yang baru saja terinfeksi dan sembuh, hanya menunda vaksinasinya hingga 90 hari atau sampai antibodi itu sudah hilang” – tuturnya. Karena dosis yang akan dibagikan di Indonesia sendiri, tidak termasuk penyintas Covid-19. Mungkin jika Anda sudah melewati masa 90 hari, boleh mendaftarkan diri untuk vaksin.

 

 Source : suara.com dan cnnindonesia.com

Leave a Comment

× Ada yang bisa kami bantu??